IKATAN KIMIA DAN UNSUR (2)


Faktor  Eletronik yang  Menentukan  Ikatan Unsur .

Fakta Elektronik
-Faktor elektronik Ikatan dan Struktur senyawa ditentukan oleh sifat elektronik seperti kekuatan atom-atom penyusun dalam menarik dan menolak elektron, orbital molekul yang diisi eletron valensi, dsb. Susunan geometris atom juga dipengaruhi oleh interaksi elektronik antar elektron non ikatan

1.  - Muatan Inti  Efektkif
Karena muatan positif inti biasanya sedikit banyak dilawan oleh muatan negatif elektron dalam (dibawah elektron valensi), muatan inti yang dirasakan oleh elektron valensi suatu atom dengan nomor atom Z akan lebih kecil dari muatan inti, Ze.  Penurunan ini diungkapkan dengan  konstanta perisai σ, dan muatan inti netto disebut dengan muatan inti efektif, Zff
 Dengan Z adalah muatan inti sebenarnya (yaitu, nomor atomnya) dan σ (sigma) disebut konstanta perisai (shielding constant). Konstanta perisai merupakan konstanta yang dihasilkan efek perisai (efek yang “melindungi” sebagian terhadap gaya tarik inti akibat elektron-elektron pada kulit redah), besarnya konstanta perisai (σ) lebih besar dari nol tetapi lebih kecil dari Z.                                        


2.Energi Ionisasi
Energi ionisasi didefinisikan sebagai energi minimum yang diperlukan untuk mengeluarkan elektron dari atom dalam fasa gas (g), sebagaimana ditunjukkan dalam persamaan berikut

Energi ionisasi diungkapkan dalam satuan elektron volt (eV), 1 eV = 96.49 kJ/mol. Energi ionisasi pertama, yang mengeluarkan elektron terluar, merupakan energi ionisasi terendah, dan energi ionisasi ke-2 dan ke-3, yang mengionisasi lebih lanjut kation, meningkat dengan cepat. Entalpi ionisasi, yakni perubahan entalpi standar proses ionisasi dan digunakan dalam perhitungan termodinamika, adalah energi ionisasi yang ditambah dengan RT (R adalah tetapan gas 8.31451 J/Kmol dan T adalah temperatur, 2.479 kJ (0.026 eV), pada suhu kamar).  
Perbedaan kedua parameter ini kecil.  Energi ionisasi pertama bervariasi secara periodik dengan nomor atom dalam tabel periodik, dengan unsur di kiri bawah tabel (cesium, Cs) memiliki energi ionisasi pertama yang terkecil dan unsur yang terkanan dan teratas (helium, He) adalah yang terbesar.  Dapat dipahami bahwa unsur alkali umumnya memiliki energi ionisasi terendah sebab unsur-unsur ini akan terstabilkan dengan pengeluaran satu elektron terluar untuk mencapai konfigurasi gas mulia.Unsur-unsur gas mulia memiliki struktur elektronik yang stabil, dan dengan demikian energi ionisasinya terbesar.  Walaupun energi ionisasi meningkat hampir secara monoton dari logam alkali sampai gas mulia, ada penurunan di beberapa tempat, seperti antara nitrogen N dan oksigen O, serta antara fosfor p  dan belerang S.

Grafik Energi Ionisasi 


3. Afinitas Elektron
Afinitas elektron ini didefinisikan ialah sebagai perubahan energi (kJ / mol) dari atom netral (dalam fase gas) pada saat  sebuah elektron ditambahkan ke atom untuk membentuk ion negatif. Artinya kata lain, kemungkinan atom netral itu yang memperoleh atau mendapatkan elektron. Afinitas elektron itu merupakan salah satu sifat keperiodikan unsur. Disebabkan karena energi dilepas, maka harga afinitas elektron tersebut diberi tanda minus.


Afinitas dapat dianggap sebagai entalpi ionisai anion. 
A ( = -ΔHeg).

4.  Ke-Elektronegatifan
Ke-elektronegatifan merupakan salah satu parameter atom paling fundamental yang mengungkapkan secara numerik kecenderungan atom untuk menarik atom dalam molekul. Ke-elektronegatifan ini sangat bermanfaat untuk menjelaskan perbedaan dalam struktur, dan reaksi dalam sudut pandang sifat atom. 
1. L. Pauling " ke-elektronegatifan sebagai besaran kuantitatif karakter ionik ikatan. awalnya persamaan berikut diusulkan mendefinikan karakter ionik ikatan antara A dan B. 



Lebih lanjutnya , ke-elektronegatifan x didefinisikan dengan cara agar perbedaan ke-elektronegatifan atom A dan B sebanding dengan akar kuadrat karakter ion. 

karena ke-elektronegatifan Pauling meningkat dengan kenaikan bilangan oksidasi atom, nilai-nilai ini berhubungan dengan bilangan oksdasi tertinggi masing-masing unsur. 


2. A.L.allerd dan E.G.Rochow *  ke-elektronegatifan sebagai medan listrik di permuaan atom. Mereka jjuga menamnbahkan konstanta untuk membuat ke-elektronegatifan mereka X sedekat mungkin dengan nilai Pauling dengan menggunakan r adalah jari-jari kovalen atom. 

Bisa kita lihat bahwa hasilnya adalah unsur-unsur dengan jari-jari kovalen yang kecil dan muatan inti efektif yang besar memiliki ke-elektronegatigfan yang besar.

3. R.Mulliekan * ke-elektronegatifan sebagai rata-rata energi ionisasi I dan afinitas elektron A sebagai berikut : 



5. Orbital Molekul 
Karena kebolehjadian menemukan elektron dalam orbital molekul sebanding dengan kuadrat fungsi gelombang, peta elektron nampak seperti fungsi gelombang. Suatu fungsi gelombang mempunyai daerah beramplitudo positif dan negatif yang disebut cuping (lobes). Tumpang tindih cuping positif dengan positif atau negatif dengan negatif dalam molekul akan memperkuat satu sama lain membentuk ikatan, tetapi cuping positif dengan negatif akan meniadakan satu sama lain tidak membentuk ikatan. Besarnya efek interferensi ini mempengaruhi besarnya integral tumpang tindih dalam kimia kuantum. 
Syarat pembentukan orbital molekul ikatan, yaitu:
a) Cuping orbital atom penyusunnya cocok untuk tumpang tindih.
b) Tanda positif dan negatif cuping yang tumpang tindih sama.
c) Tingkat energi orbital-orbitalnya atomnya dekat.




Daftar Pusaka:
unknown. (2015, April 3). FAKTOR ELEKTRONIK YANG MENENTUKAN IKATAN DAN STRUKTUR . Retrieved from Jirin Chems Ramadhan : http://jirinramadhan.blogspot.com/2015/04/faktor-elektronik-yang-menentukan.html


baru, O. (2016, Januari Rabu). Makalah klasifikasi ikatan,faktor geometri oleh orde kimia anorganik. Retrieved from makalah kimia anorganik ikatan : http://makalahkimiaanorganikkelompok.blogspot.com/2016/


Nama: Nabilatasya Maya Titonia
NIM: C1061191088
Kelas: ITP B

Universitas TanjungPura 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bilangan Kuantum